Minggu, 11 Mei 2014
Berbagai berita tentang bencana akibat
kerusakan lingkungan sering kita baca di surat kabar atau kita dengar di
media-media nasional maupun lokal. Di samping itu, kita juga sering menyaksikan
terjadinya kerusakan lingkungan, seperti kerusakan hutan. Mengapa kerusakan
lingkungan bisa terjadi?
Lingkungan memiliki
arti penting bagi kelangsungan hidup manusia. Lingkungan mendukung aktivitas
yang dilakukan manusia di muka bumi. Tanpa lingkungan manusia tidak akan dapat
memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini tidak berarti kedudukan lingkungan lebih
tinggi dari manusia. Manusia dan lingkungan saling membutuhkan untuk dapat
menjaga kelangsungan hidupnya.
Selengkapnya...
Menjadi Penyuluh Agama yang Menggugah dan Mengubah
Penyuluh
Agama Islam memiliki kedudukan dan peran yang sangat penting dan strategis
sebagai
pelaku yang membangun mental dan etika masyarakat. Di antara perannya yang penting yaitu bahwa Penyuluh Agama Islam dituntut dapat membimbing dan memberikan layanan konseling bagi masyarakat, utamanya masyarakat yang menjadi sasaran tugasnya.
Penyuluh
dalam menjalankan tugasnya, di samping
menyampaikan materi, memenuhi jadwal yang telah disanggupi yang terkadang tanpa
bekas atau tanpa kesan, juga harus
memiliki kiat - kiat tertentu yang seharusnya menjadi pembelajaran yang mampu menempatkan diri sebagai penyuluh yang
menggugah dan mengubah masyarakat.
Selengkapnya...
Read more...
Kamis, 08 Mei 2014
Masjid Sebagai Pusat Pengembangan Potensi Umat
Beberapa tahun
terakhir ini, kita menyaksikan semangat masyarakat begitu besar dalam membangun
masjid. Bahkan masjid dan mushalla hampir ada di setiap tempat, tidak
terkecuali di kawasan perkantoran, bisnis, pendidikan, tempat pelayanan umum
dan wisata. Data yang dihimpun oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat, tercatat
ada 700 ribu masjid dan mushalla yang tersebar di seluruh penjuru tanah air.
Jumlah ini merupakan yang terbesar di dunia atau setara dengan total jumlah
keseluruhan masjid yang terbentang dari kawasan Maghribi di bagian barat Afrika
sampai Bangladesh di sebelah timurnya.
Selengkapnya... Read more...
Selengkapnya... Read more...
Jumat, 02 Mei 2014
Tempatkan Peradaban Pasar ke dalam Peradaban Masjid
Peradaban Masjid
Dalam Sejarah
Kenabian
Masjid dari segi bahasa berasal dari kata sajada - yasjudu
– sujudan – yang berarti patuh, taat, tunduk, hormat. Hal ini tergambar
dari gerakan (orang yang sholat) antara lain; meletakkan dahi, kedua tangan,
lutut dan kaki ke tanah sebagai lambang ketundukan sepenuhnya kepada Allah SWT.
Sementara itu, dari segi fisik (bangunan) masjid mengekspresikan ketundukan,
ketaatan dan penghormatan kepada Sang Khaliq Allah SWT. Karena begitu
pentingnya fungsi masjid, maka di dalam Al Qur’an, kata masjid disebutkan sampai
sebanyak 28 kali. Salah satunya di ayat berikut:
Hanya yang
memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan
hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut
(kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang
diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk (QS. At Taubah: 18).
Selengkapnya...
Read more...
Langganan:
Postingan (Atom)